BAHASA DAN SASTRA INDONESIA

HAPUS BOARD-NYA

 

Di muat di pikiran rakyat : 08/12/2013

Di jam pertama, ketika hendak menjumpai para siswa yang sudah menunggu di kelas, dari celah jendela salah satu ruangan terdengar seorang guru (rekan saya mengajar) berkata, ”Hapus board-nya”. Ujaran tersebut membuat saya menghentikan langkah dan termenung sejenak, lalu meneruskan kembali perjalanan untuk mengawali kegiatan belajar mengajar.

Pengalaman di atas, cukup membuat saya terpanggil untuk mencari beberapa referensi kebahasaan. Sebab, ada yang harus diketahui secara pasti berdasarkan keilmuan. Kata board (noun) dalam Kamus Bahasa Inggris-Indonesia atau an English-Indonesian Dictionary (1976) bermakna 1. Papan; 2. Papan tulis; 3. Makanan; 4. Dewan pengurus. Jika kita alih kata ke dalam bahasa Indonesia, mungkin maksud ujaran “Hapus board-nya” adalah “Hapus papan tulisnya”. Papan tulis dalam hal ini mengacu pada konsep sebuah perlengkapan kelas berbentuk persegi panjang yang berfungsi sebagai tempat untuk menuliskan materi pembelajaran. Tentang benda ini, mungkin para pembaca pun pernah melihatnya.

Kemudian hari saya melanjutkan pencarian referensi lain di perpustakaan kampus. Setelah membaca buku Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia Edisi Ketiga (2010), terdapat pembahasan jenis-jenis kalimat dalam salah satu bab-nya. Kemudian saya sesuaikan ujaran “Hapus board-nya” dengan referensi tersebut, ternyata termasuk pada kalimat imperatif yang berjenis perintah atau suruhan biasa. Dalam ujaran itu, kata “Hapus” dapat dijadikan sebagai ciri dari kalimat perintahnya. Kalimat perintah atau suruhan biasa adalah kalimat yang isinya berupa perintah dari pembicara kepada lawan bicaranya untuk melakukan sesuatu. Siapakah yang dimintai melakukan sesuatu dalam ujaran “Hapus board-nya” itu? Tentang hal ini sudah jelas tampaknya, tanpa unsur vokatif atau panggilan nama seseorang pun ujaran itu ditujukan guru kepada salah satu siswa.

Akan tetapi, ujaran “Hapus board-nya” sesuai telaah saya tidak dapat diterima. Secara sintaksis, kata board merupakan kategori nomina atau kata benda dasar yang berbentuk padat dan keras. Kemudian secara telaah semantis atau makna muncullah pertanyaan, apakah dengan cara “dihapus” menggunakan alat yang terbuat dari sehelai kain sebuah board-nya akan lenyap begitu saja? Menurut hemat saya, ujaran “Hapus board-nya” itu tidaklah salah tetapi perlu diperjelas saja, agar tidak menimbulkan ketaksaan atau makna yang kurang jelas kepada penerima perintah.

Selain itu, saya rasa tidak terlambat pula jika kita sebagai para pengajar mulai terbiasa menanamkan rasa bangga berbahasa Indonesia kepada para siswanya. Misalnya, membiasakan menggunakan istilah “papan tulis” daripada board. Maka dari itu, “Hapus tulisan di papan tulis !” atau “Bersihkan papan tulisnya !” sepertinya lebih indah didengar dan jelas maksudnya.

 

 

yan         Iyan Sopian. Lahir di Cianjur, 26 Oktober 1988.


Penggiat Warung Apresiasi Sastra dan mahasiswa Prodi BSI UNSUR,

Cianjur. Di luar kegiatan kampus, mengajar Bahasa Indonesia di SMPN 3 Sukaresmi.
Alamat e-mail : Iyan_Sopian88@yahoo.co

 

 

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment